TEORI Adalah Kacamata Dalam Melihat Masalah

Palu, 3 Agustus 2019.
Pascasarjana kembali menggelar kajian bulanan atau biasa disebut Lecture Series. kali ini pembahasan berkaitan tentang “Penggunaan Teori Dalam Penelitian”, dengan narasumber yang ahli di bidang penelitian yaitu Nurdin, S.Pd., S.Sos., M.Com., Ph.D.

Wakil Direktur, Dr. Adam, M.Pd., M.Si., saat menyampaikan materi pembuka lecture series

lecture series dibuka oleh wakil direktur Pascasarjana IAIN Palu, Dr. Adam, M.Pd., M.Si. dan memberikan penjelasan tentang pentingnya mahasiswa Pascasarjana menguasai berbagai hal dalam penelitian khususnya teori.
” kalau mahasiswa tidak mampu memnguasai teori penelitian maka dia tidak punya arah dalam menganalisis masalah, kalau pun penelitiannya selesai tanpa menguasai teori, pasti penelitian akan mudah dipatahkan”

pak Nurdin (sapaan akrab) dengan penuh kewibawaanya memulai materi dengan penjelasan ringan hingga masuk pada penjelasan intinya.

Nurdin, S.Pd., S.Sos., M.Com., Ph.D. menjelaskan tentang kedudukan teori dalam penelitian

lulusan University of Newcastle Australia ini mengawali penjelasannya tentang definisi dari teori.
” sering kita mendengar dalam pembicaraan, orang berkata, ah itu hanya teori…dia hanya bisa berteori saja, dan lain sebagainya, lalu sebenarnya apa teori tersebut?”
“teori itu adalah kacamata dalam melihat masalah”, lanjutnya

fungsi teori ada dua, yaitu;

•Menyederhanakan penjelasan tentang gejala sosial yang rumit dan kompleks.
•Teori juga dapat memprediksikan suatu gejala dengan mudah.

hubungan teori dalam penelitian sangat erat. Tidak mungkin melakukan penelitian tanpa teori dan tidak mungkin mengembangkan suatu teori tanpa penelitian. Teori menyediakan konsep-konsep yang relevan, asumsi-asumsi dasar yang bisa digunakan, membantu dalam mengarahkan pertanyaan penelitian yang dapat diajukan dan membantu dalam memberikan makna terhadap data.

Sementara kedudukan teori dalam penelitian yaitu;
•Penelitian qualitatif lebih memfokuskan pada analisa data dan rekomendasi. Teori sebagai alat bantu dan menyediakan konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian dan membantu dalam menafsirkan data. •Penelitian quantitatif lebih menekankan ada penggunaan teori sebagai sentral kegiatannya karena tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan ilmu pengetahuan.

mahasiswa program Magister prodi Ahwal Syakhsiyah saat menyampaikan pertanyaan

Penjelasan pak doktor Nurdin yang begitu ringan dan mudah dipahami membuat banyak mahasiswa pasca bersemangat bertanya tentang teori ini khususnya berkaitan dengan penelitian mereka, tercatat ada enam orang yang penanya yang terbagi dalam 3 sesi

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *