Pengembangan Mutu Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

Palu, Sabtu 29 Juni 2019 Pascasarjana kembali meningkatkan kualitas kurikulum dalam lembaganya selama setahun. Kurikulum di Pascasarjana IAIN Palu saat ini, mengikuti kebijakan pemerintah, yakni tuntutan pada globalisasi. Kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd menyampaikan materi workshop kurikulum tentang perkembangan pendidikan kurikulum di Indonesia

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sagaf menyatakan bahwa di Indoensia ini ada 8 standar pendidikan, mulai paud sampai perguruan tinggi. Pada tahun 2013, dari 8 standar tersebut; standar pengelolaan, manajemen, keuangan, pembiayaan, penilaian, 4 diantara standar tersebut dirubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan. ini menunjukkan regulasi tidak statis terus berubah sesuai kondisi,

“Kita ingin menjadikan IAIN Palu menjadi lembaga Islam moderat dalam pemikiran dan pengembangan pendidikan Islam”.

“Saya ingin visi misi IAIN harus mengarah ke mencerminkan inovasi, integrasi keilmuan, spiritualitas harus ada nilai2 islam, dan kearifan local. Visi misi ini tidak boleh hanya sekedar konsep saja harus terimplementasikan sampai kepada pembelajaran. Olehnya saya harapa di pascasarjana harus ada pembelajaran Islam moderat”. lanjutnya

Standar penilaian, yang menggunakan pendekatan ilmiah. Pembelajaran di sekolah hampir sama dengan pembelajaran di kampus. Ada 5 , mengamati, menanyakan, mengeksplorasi/ mengumpulkan data, mempresentasikan, menyimpulkan atau mengkomunikasikan.

Karakter kurikulum yang coba dibangun pada masa-masa awal ini adalah kurikulum yang berbasis pada filosofi multikulturalisme, yang tentu saja dengan menggunakan paradigma yang islami.

saat Prof. Dr. Suwito, MA. menyampaikan materi di dampingi direktur Pascasarjana Prof. Dr. Rusli S.Ag., M.Soc.Sc

Pemateri yang kedua adalah Prof. Dr. Suwito, MA, seorang guru besar di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, menyampaikan gagasan nya bahwa Islam yang moderat adalah kajian islam yang komprehensif. Pendidikan yang terbaik itu adalah, yang dapat merubah dari yang tidak bisa menjadi bisa. Jadi, setiap mata kuliah minimal ada 1 mahasiswa yang menghasilkan artikel.

beliau menegaskan bahwa pendidikan harus terbuka dan berkembang

“Pembelajaran harus lebih fleksibel, manfaatkan fasilitas internet dengan mencari sumber-sumber bacaan untuk dapat diakses oleh mahasiswa, dikaji, dan dijelaskan hal2 yang tidak dipahami oleh mahasiswa. Setiap mata kuliah harus ada sumbangsinya utk CPL. Sehingga dapat tergambarkan lulusan jurusan ini akan seperti apa”.

hasil dari workshop ini adalah pembentukan komisi – komisi yang membahas evaluasi kurikulum yang telah diterapkan oleh Pascasarjana selama setahun ini. Ada mata kuliah yang harus dihilangkan, ada yang harus digabungkan, dan ada mata kuliah baru yang harus ditambahkan.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *