Sejarah

Lahirnya Program Pascasarjana IAIN Palu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Nomor: Dj.I/674/2010 tanggal 6 Oktober 2010. Kehadirannya merupakan sebuah hasil dari suatu usaha yang relative lama bila dilihat dari sejarah perintisan pembukaan sampai lahirnya program tersebut. Pasang surutnya perjuangan tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian perjuangan penting; yaitu : masa perintisan, masa pengusulan, dan masa kelahiran dan pengembangan.

Pertama, Masa Perintisan ( Tahun 1999-2004). Masa ini ditandai dengan dilakukannya kerja sama dengan Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar (dulu IAIN Alauddin). Kerjasama ini dilakukan untuk memacu standar kualifikasi minimal bagi dosen, yaitu harus memiliki ijazah Strata dua. Program kerjasama ini dipelopori oleh Ketua STAIN Datokarama Palu, Drs. H.M. Noor Sulaiman PL (1997-2001). Ketika pimpinan STAIN beralih kepada Drs. H. Moh. Arsyad Ba’asyien, MH (2001-2005). Kerjasama dengan UIN Alauddin tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi dengan diselenggarakannya kelas S3 Non-Reguler. Program ini mampu merekrut kurang lebih 27 dosen STAIN Datokarama Palu dan Pegawai Kanwil Kementrian Agama sebagai mahasiswa, dan kini sebagian diantara mereka telah mengantongi gelar Doktor. Para doktor hasil kerjasama inilah secara signifikan menambah jumlah dosen berkualifikasi S3 di STAIN Datokarama yang secara statistic memungkinkan diusulkannya program pascasarjana mandiri.

Kedua, Masa Pengusulan (Tahun 2005-2010). Ketika STAIN Datokarama telah dianggap memiliki Sumber Daya Dosen yang cukup, sedang peluang telah terbuka, dibawah kepemimpinan Drs. H. Sudirman Rais, M.Pd. (2005-2009) terbentuklah Tim Pengusul Program Pascasarjana. Ditunjukklah Drs. Syahabuddin, M.Ag. sebagai Ketua Panitia, namun ketika yang bersangkutan telah berpindah tugas ke Kemenko Kesra maka Pembantu Ketua I Drs. Ramang, M.Pd.I. diberi tanggung jawab untuk menggantikannya. Di akhir tahun 2009 proposal pendirian Program Pascasarjana disetujui untuk dinilai setelah berulang kali dilakukan revisi menyesuaikan peraturan yang ada. Hasil penilaian proposal ditindaklanjuti oleh Tim Visitasi untuk melakukan penilaian lapangan melihat secara langsung kesiapan infrastruktur Program Pascasarjana STAIN Datokarama Palu. Hasil kerja Tim Visitasi di STAIN Datokarama Palu dijadikan bahan pertimbangan untuk disetujuinya Program Pascasarjana STAIN Datokarama Palu.

Ketiga, Masa kelahiran dan Pengembangan (Tahun 2010-sekarang). Situasi kejumudan amat terasa, terutama bagi Ketua STAIN Datokarama Palu beserta Panitia Pendirian Program Pascasarjana. Apalagi ketika izin Operasional tidak kunjung datang, bahkan ketika pimpinan STAIN pun telah berganti. SK yang ditunggu banyak khalayak tidak juga muncul. Namun, sejak pergantian kepemimpinan STAIN beralih kepada Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag (2010-sekarang), antusias dan geliat usaha untuk mewujudkan cita-cita demikian meyakinkan bahwa Program Pascasarjana akan segera lahir di STAIN Datokarama. Semua komponen dihadirkan dalam sebuah musyawarah untuk menelusuri dan mencairkan kebuntuan. Selain Ketua STAIN sendiri, Pembantu Ketua I berulang kali menyempatkan diri untuk menelusuri proposal pendirian pascasarjana tersebut. Atas usaha keras itulah maka kabar gembira pun menyeruak di atas atmosfir langit STAIN Datokarama Palu. Tepatnya tanggal 6 oktober 2010 Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam sebagai izin penyelenggaraan Program Magister (S2) pun dapat digenggam.

Lahirnya SK tersebut semakin memacu Ketua STAIN Datokarama Palu, Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag., bersama pimpinan lainnya untuk melakukan sosialisasi dan rekrutmen mahasiswa baru. Benar adanya seperti gayung bersambut, antusiame masyarakat pun demikian tinggi ketika pendaftaran mulai dibuka. Dalam kurun waktu yang singkat, setelah sosialisasi dilakukan, tidak kurang 42 calon mahasiswa pun mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, hanya 34 calon mahasiswa yang dipandang memenuhi kriteria untuk diterima sebagai mahasiswa baru. Mereka kemudian dikelompokkan menjadi dua kelas masing-masing 17 orang.

Lahirnya Program Pascasarjana STAIN Datokarama Palu merupakan sebuah perjuangan yang memberikan kesan tersendiri bagi Tim Pendiri yang diawaki oleh Drs. Ramang, M.Pd.I.  sebagai Ketua, Sofyan Bachmid, S.Pd. MM, sebagai sekretaris, dan anggota yang terdiri dari Mokh. Ulil Hidayat, S.Ag. M.Fil.I, Drs. M. Arfan Hakim, M.Pd. dan Lukman Latif, S.Kom. Tim bekerja secara sinergis siang dan malam, dari hari berganti bulan, dan tahun di bawah arahan Ketua STAIN Datokarama Palu pada saat itu. Sementara bagi pimpinan, civitas akademika STAIN dan segenap keluarga besar STAIN, bahkan masyarakat Sulawesi Tengah, keberhasilan ini adalah suatu pencapaian prestasi. Eksistensi Program Pascasarjana STAIN Datokarama Palu menjadi bukti konkret bahwa perkembangan STAIN Datokarama Palu sudah on the right trek, baik secara kelembagaan maupun secara akademik. Agaknya, hal demikian ini menjadi motivasi bagi pimpinan STAIN Datokarama Palu untuk mengambil kebijakan strategis untuk mewujudkan kampus Pascasarjana yang representative, elegant, dan pride.

Selanjutnya pengembangan yang paling dekat bagi Pascasarjana IAIN Palu adalah melakukan penjaminan mutu. Proyek ini bukanlah usaha mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Keinginan ini harus menjadi tekad seluruh manajemen IAIN Palu. Penjaminan mutu melalui akreditasi BAN-PT hal ini adalah suatu keniscayaan dan penting. Perlu diingat bahwa untuk melompat lebih jauh lagi maka IAIN Palu harus memiliki nilai kompetitif melalui penjaminan mutu, dan melakukan kajian intensif untuk menemukan ciri khusus yang menjadi kebanggaan bersama.