REKTOR : FAHAM RADIKALISME TIDAK MENARIK BAGI IAIN

Palu, - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr Sagaf S Pettalongi MPd menyatakan faham radikalisme tidak menarik untuk tumbuh dan berkembang di perguruan tinggi yang di pimpinnya.

"Selain karena faham radikal itu tidak menarik untuk tumbuh dan berkembang, kami juga memiliki sistem pembinaan kemahasiswaan yang sudah diatur dalam kode etik mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan, dan setiap organisasi kemahasiswaan sudah ada beberapa orang dosen yang membina pada masing-masing unit kegiatan mahasiswa tersebut, sehingga pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan," kata Rektor IAIN Palu, Prof Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Rabu (7/6) saat merespon rilis BNPT tujuh perguruan tinggi terpapar faham radikalisme.

Prof Sagaf Pettalongi menegaskan bahwa mahasiswa, dosen, dan tenaga administrasi secara umum seluruh civitas akademika di IAIN Palu tidak terindikasi dan terkontaminasi faham radikalisme.

IAIN Palu, sebut dia, menawarkan solusi sekaligus langkah melawan tumbuh dan berkembangnya faham radikalisme di perguruan tinggi.

Pertama, menurut dia, pencegahan dilakukan dengan mengintensifkan komunikasi dan pembinaan kepada semua civitas akademika tentang pemahaman keagamaan yang menyimpang dengan konsep Islam, yang rahmatan lilalamin.

Kedua, Guru Besar Managemen Pendidikan itu mengatakan, perlu penguatan dan mengintensifkan peran organisasi intra-kampus seiring pembinaan kemahasiswaan yang mengedepankan metode dan sistem preventif dan deteksi dini.

"Perlu pemaksimalan dan pengutab peran organisasi intra kampus dalam pembinaan kemahasiswaan dengan sistem preventif dan deteksi dini yang terformat dalam bentuk kode etik kemahasiswaan dan berorganisasi," kata Prof Sagaf Pettalongi.

Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Tengah ini menyebut, perlu ada pembinaan khsusus kepada oknum yang positif terindikasi dan terkontaminasi faham radikal.

"Terhadap oknum yang sudah terindikasi mengikuti faham radikal perlu ada pembinaan khusus dan pendampingan secara kelembagaan guna memberikan pemahaman menyeluruh akan pentingnya menghormati perbedaan dan keragaman tanpa harus memaksakan kehendak apalagi menyakiti orang lain yang tidak sepaham," sebutnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan setiap perguruan tinggi perlu berkoordinasi dengan pihak BNPT dalam hal pencegahan dan pembinaan faham radikal yang memungkinkan muncul dan berkembang di perguruan tinggi.

Indonesian